Crossword Puzzles sebagai Salah Satu Model Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kreatifitas Siswa Dikala Pandemi

Oleh
Siti Fatimah, S.Pd.
Guru IPS SMPN 3 Jatinom

SMPN 3 Jatinom  termasuk salah satu sekolah yang terdampak pandemi covid 19 yang sudah hampir setahun ini melanda. Metode pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Maka dengan metode yang baru ini, para guru segera beradaptasi untuk menyiapkan materi-materi pelajaran dengan gaya baru, yaitu pembelajaran online lewat zoom meeting, youtube, google classroom dan lain-lain.

Hal yang sangat penting dan selalu ditekankan oleh kepala sekolah adalah bagaimana metode yang digunakan mudah diterima para siswa, biayanya murah dan sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal ( KKM) pelajaran IPS dan kurikulum yang berlaku. Tidak kalah pentingnya bagaimana pelajaran yang disampaikan tidak membuat para siswa jenuh dan bosan dalam belajar. Metode Croosword puzzles atau teka teki silang (TTS) adalah salah satu metode yang dipakai penulis untuk mengembangkan dan mengkreasi materi pelajaran IPS agar para siswa di SMPN 3 Jatinom  tidak bosan dalam belajar.

Pengertian teka teki silang adalah permainan kata yang memiliki bentuk serangkaian ruang kosong yang berbentuk kotak dengan warna hitam dan putih, kotak putih nanti akan diisi dengan huruf yang membentuk kata maupun frasa tertentu. (www.englishindo.com). Belajar IPS dengan menggunakan teka teki silang dapat menambah kosa kata (vocabulary). Vocabulary adalah jenis kata benda yang berarti kata-kata yang digunakan dalam sebuah bahasa. (www.sekolah bahasa asing.co.id)

Untuk perkenalan awal para siswa dengan metode croosword ini, penulis menjelaskan materi apa yang hari ini akan dibahas, kemudian penulis mengambil salah satu pertanyaan yang ada hubungannya dengan materi tersebut, jawaban dari pertanyaan diupayakan satu atau dua kata, selanjutnya dibuat kotak-kotak mendatar sesuai dengan jumlah kata dari jawaban tersebut. Setelah satu kotak mendatar dibuat, maka penulis melanjutkan membuat satu pertanyaan lain yang nanti akan ditulis pada kotak-kotak menurun dan seterusnya.

Pertemuan berikutnya penulis membuat teka teki silang sederhana dengan pertanyaan mendatar dan menurun, kemudian para siswa diminta mengisi kata apa saja yang sesuai dengan kotak-kotak yang tersedia. Apabila kata yang dijawab tidak sesuai dengan kotak maka jawaban tersebut salah, sehingga para siswa bisa mencari kata yang tepat.

Kreatifitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau ingatan baru, atau hubungan baru antara gagasan dan ingatan yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan artinya hasil dari pemikiran dan daya cipta yang memiliki keaslian dan kepantasan. (wikipedia.com).

Apabila para siswa sudah fasih dalam mengisi teka teki silang yang penulis tugaskan, maka para siswa diberi tantangan baru dengan membuat teka teki silang kreasi sendiri. Penulis tetap memberi bimbingan bagi siswa yang bertanya atau mengalami kesulitan, karena dalam pembuatan teka teki silang ada kaidah-kaidah  yang harus diperhatikan. Dalam teka teki silang tidak boleh nyambung atau berdempetan katanya tanpa jeda, sehingga menyebabkan artinya berbeda, jadi setiap kata baik menurun atau mendatar harus ada jeda di setiap nomornya.

Dengan model pembelajaran croossword pazzles ini para siswa harus belajar membaca dan menguasai materipelajaran IPS yang penulis sampaikan, sehingga dapat menemukan kata-kata penting untuk diisikan dalam teka teki silang krasinya.

Penulis mengajak para guru, siswa dan dunia pendidikan untuk menggunakan model pembelajaran croosword puzzles ini sebagai salah satu metode belajar yang menyenangkan sudah penulis praktekkan di SMPN 3 Jatinom dikala Pandemi Covid 19 ini , yang sampai hari ini masih di perpanjang hingga waktu yang belum jelas, terutama wilayah Jawa dan Bali. Dengan model pembelajaran croosword pazzles ini  semua tugas guru dan siswa bisa berjalan lancar sesuai harapan semua pihak.