MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER DITENGAH PEMBELAJARAN DARING

Oleh
Tri Uswati Budiningsih, S.Pd
Guru PPKn SMP Negeri 3 Jatinom

Pendidikan karakter adalah sebuah upaya mewujudkan generasi bangsa yang cerdas dan baik (smart and good citizenship) memiliki akhlak yang baik dan berkepribadian Indonesia. Keberhasilan pendidikan karakter dalam pembelajaran  tidak serta merta dapat dilihat dari perspektif ranah kognitif saja, melainkan bagaimana ada kesimbangan ranah kognitif, afektif  dan psikomotorik yang muaranya adalah membentuk manusia seutuhnya. Kondisi Pandemi Covid 19 sekarang ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan formal dalam upaya membangun pendidikan karakter bangsa. Pendidikan yang dilakukan secara daring memberikan tantangan tersendiri bagi guru untuk tetap membangun pendidikan karakter dalam pembelajaran tersebut. Di SMP Negeri 3 Jatinom adalah salah satu sekolah yang berada di pinggiran kota Klaten, perbatasan Kabupaten Klaten dengan Kabupaten Boyolali. Banyak kendala yang dihadapi dalam pembelajaran daring, salah satunya adalah sinyal. Karena secara geografis kondisinya di daerah pegunungan.

Walaupun dengan kondisi seperti itu tapi kita tetap harus semangat untuk bisa melaksanakan pembelajaran daring. Pendidikan Karakter menurut pendapat beberapa ahli adalah ; Menurut Thomas Lickona, pengertian pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu sesorang sehingga ia dapat memahami,memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti. Menurut T. Ramli, pengertian pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan maknaterhapad morak dan akhlak sehingga mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik. Bagaimana memberikan pendidikan karakter dalam pembelajaran Non tatap muka atau daring ? (1) Dalam studi penelitian literatur membangun karakter peserta didik bisa dilakukan secara deskriptif  kualitatatif, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengaktualisasikan nilai-nilai karakter dalam masyarakat dalam upaya keikutsertaan pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Strateginya bisa dengan menggunakan pendidikan karakter multiplle intelligences ( kecerdasan ganda ). berbasis portopolio dengan mengisi Cek list tentang nilai nilai karakter di akhir pembelajaran . Menurut Daniel Goleman dan bukunya Kecerdasan Ganda (Multiple Inteligences), bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan diperlukan 80%, sedangkan kecerdasan intelektual hanya 20% saja. ( 2 ) Sebagai guru menumbuhkan nilai nilai karakter bisa kita ujudkan dengan menunjukan keperdulian pada siswa yang mengalami kesulitan pembelajaran daring karena sinyal internet. Kita bisa mengunjungi peserta didik (home visit) sebagai bentuk keperdulian kita. Dikunjungi saat peserta didik dalam kesulitan akan bisa menumbuhkan sikap perduli pada anak yang luar biasa dan akan sangat membekas di hati anak -anak. (3) Bisa juga dengan bekerjasama dengan orangtua agar bisa mereflesikan nilai nilai kebersamaan dalam keluarga yang dituang sebagai tugas laporan anak dalam bentuk foto atau vidio sehingga kita bisa mengikuti perkembangan peserta didik di rumah. Contoh – contoh tersebut hanyalah sepenggal cara  menumbuhkan  nilai-nilai karakter yang bisa kita lakukan dalam pembelajaran non tatap muka atau daring.

Kesimpulannya bahwa disaat menghadapi pandemi sekarang  ini pendidikan karakter harus tetap kita tumbuhkan dalam pembelajaran, sehingga akan membantu anak-anak  menghadapi masa-masa jenuh, bosan karena kalo terjadi pembiaran bukan tidak mungkin lost learning..kehilangan  gairah dan motivasi belajar akan terjadi pada anak-anak. Bisa dengan mengunakan strategi pendidikan karakter Multiple intelligences berbasis portopilio disetiap materi pembelajaran. Dengan home visit atau mengunjungi peserta didik yang mengalami kendala dalam proses pembelajaran daring serta dengan bekerjasama dengan orangtua untuk bisa terlibat dalam pembelajaran daring, bisa dengan merefleksikan ke dalam tugas yang melibatkan partsipasi orang tua misalnya tentang materi kerjasama anak suruh membuat vidio atau foto tentag kerjasama yang terjadi dalam keluarga atau masyarakat .  masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan pendidikan kareakter di setiap materi selama pembelajaran daring. Semoga kita bersemangat untuk bisa menjadi role play, pemain peran dalam menumbuhkan pendidikan karakter sehingga akan terbentuk peserta didik yang jujur, semangat dan tangguh  walaupun di tengah pembelajaran daring. Terakhir mari kita bersinergi antara pemerintah, guru dan orangtua untuk tetap menumbuhkan nilai-nilai karakter yang baik, sehingga generasi yang berakhlak baik, tanggung dan bersemangat akan senantiasa terwujud.